Jakarta, 20 Juli 2026 - Transformasi yang dijalankan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo di bawah arahan strategis Danantara Indonesia melalui pengelolaan portofolio yang lebih terarah, efisiensi organisasi, dan penguatan bisnis inti terus menghasilkan kinerja positif. Pada semester pertama tahun 2026, Pelindo mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp2,57 triliun, meningkat signifikan sekitar 60,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja keuangan tersebut turut ditopang oleh pertumbuhan aktivitas operasional di pelabuhan. Hingga Juni 2026, arus peti kemas Pelindo mencapai sekitar 9,96 juta TEUs atau tumbuh 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan volume layanan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan kinerja Perusahaan berjalan seiring dengan aktivitas ekonomi riil melalui pergerakan barang di pelabuhan.
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, mengatakan bahwa pertumbuhan laba Pelindo terutama didorong oleh peningkatan pendapatan yang sejalan dengan kinerja operasional, serta pengelolaan biaya yang semakin disiplin.
“Pertumbuhan laba Pelindo ditopang oleh kombinasi antara peningkatan pendapatan yang sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasional dan pengendalian beban usaha yang lebih disiplin,” ujar Achmad.
Sejalan dengan pencapaian tersebut, Pelindo terus memperkuat transformasi Perusahaan melalui penataan struktur bisnis dan peningkatan efektivitas organisasi sebagai bagian dari agenda transformasi Danantara Indonesia. Salah satu langkah yang sedang dijalankan adalah penyederhanaan struktur korporasi atau corporate streamlining.
“Penyederhanaan struktur korporasi diarahkan untuk membangun tata kelola yang lebih efektif, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta mengurangi duplikasi fungsi dan transaksi antarperusahaan di dalam grup. Dengan struktur yang lebih sederhana, setiap entitas dapat semakin fokus pada bisnis inti dan penciptaan nilai,” ungkap Achmad.
Transformasi tersebut juga diikuti dengan penguatan efisiensi dan kualitas layanan kepelabuhanan melalui standardisasi layanan, digitalisasi proses bisnis, peningkatan produktivitas terminal, serta optimalisasi perencanaan dan pengendalian operasi.
Pada saat yang sama, Pelindo terus mengembangkan jaringan pelabuhan berbasis hub and spoke serta mendorong integrasi layanan pelabuhan dengan kawasan industri, pusat logistik, dan berbagai moda transportasi. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan konektivitas dan efisiensi arus barang dalam ekosistem logistik nasional.
“Melalui pengembangan jaringan dan integrasi layanan tersebut, kami ingin memperkuat peran pelabuhan sebagai simpul utama logistik nasional sekaligus menciptakan konektivitas arus barang yang semakin efisien,” pungkas Achmad.